Beberapa Istilah dari Programming JAVA

Polimorfisme : Hasil Beda, Cara (Metoda) Sama, Kelas Beda (tentu saja).

Overloading : Metode SAMA, Parameter (Argument) Beda, Kelas SAMA. Tujuan: memudahkan penggunaan method dengan fungsi yang hampir

public void tambah1(){
int a=5, b=10;
System.out.println(“Hasil Pertambahann dari metod tambah1 ke-1 = “+(a+b));
}

public void tambah1(int x, int y){
System.out.println(“Hasil Pertambahann dari metod tambah1 ke-2 = “+(x+y));
}

Overriding : Metode dan Parameter (argument) SAMA, Hasil Beda (Output/nilai return), Kelas BEDA dan secara Inheritance.

Contoh:

class Nama{
public void Sapa(){
System.out.println(“Achmad Cahya Aditya”);
}

class Siapa extends Nama{
public void Sapa(){
System.out.println(“Yesica Dwi Lestari”);
}
}

993754_747172568670237_699908652177029302_n

Make a new variable from Wolf() type

Polymorphism

Contoh dari Polimorfisme

Abstract Class and Method

Abtract Class berfungsi untuk memisahkan antara sub-class dan kelas di atasnya, karena kelas yang berada di atas sub-class (class terakhir dari pohon turunan) tidak diinginkan untuk membuat objek baru (new object) dari tipe kelas abstrak tersebut. Abstract class adalah jenis class yang berada sebelum class concrete.

Abstract class is NO USE, NO VALUE, NO PURPOSE IN LIFE, hanya sebagai class yang mewakili kelas-kelas yang dibawahnya (read: sub-class).

Abtract class bertugas sebagai tempat variable dan method sub-classnya.

Sebuah Abstract Class berarti Class tersebut harus di Extends (have Inheritance).

Sebuah Abstract Method berarti Method tersebut harus di Override.

Abstract Method TIDAK BOLEH berada di Concrete Class. But, Concrete Method BOLEH berada di Abtract Class.

Sebuah Abstract Class tidak memiliki “BADAN”, sehingga class-nya diakhiri dengan tanda TITIK-KOMA (“ ; “) tanpa KURUNG-KERITING (“{}”)

993754_747172568670237_699908652177s029302_n

Contoh kode abstract Class.

Concrete Class and Method

Concrete class ialah class paling ujung di setiap cabang sebuah pohon turunan.

Concrete Class and Method dapat dimodifikasi dari kelas di atasnya (Abstract Class).

Untitled

Object Class

Kelas Objek adalah kelas yang paling ATAS dari semua kelas yang berada di Pohon Turunan Kelas (Inheritance). Kelas Objek ini biasa disebut dengan SUPER-CLASS.

Setiap Class, pada dasarnya, merupakan Extends dari Object Class, tapi compiler telah secara otomatis mengenalinya tanpa kita menuliskan “…Extends Object”.

ArrayList<Class>

ArrayList adalah kelas yang menyimpan suatu Daftar Array (ArrayList) berdasarkan Kelas yang ditulis dalam kurung-siku (“< >”).

Contoh. Ketika kita menulis,

ArrayList<anjing>  DaftarAnjing = new ArrayList<anjing>;

anjing heli = new anjing(); //Membuat anjing (Object) baru yang bernama heli.

DaftarAnjing.add(heli); //add adalah method dari Kelas ArrayList<>.

anjing doggy = DaftarAnjing.get(0); // menyimpan variable dan method yang berada pada Object heli ke Object doggy dengan tipe anjing.

Lalu, bagaimana kalau kita menulis ArrayList<Object> (objej anjing diganti dengan objek Object).

Contoh. Ketika kita menulis,

ArrayList<Object>  DaftarAnjing = new ArrayList<Object>;

anjing heli = new anjing(); //Membuat anjing (Object) baru yang bernama heli.

DaftarAnjing.add(heli); //add (menambahkan ke ArrayList) adalah method dari Kelas ArrayList< >.

anjing doggy = DaftarAnjing.get(0); // menyimpan variable dan method yang berada pada Object heli ke Object doggy dengan tipe anjing. Tapi, kali ini COMPILER tidak akan meng-COMPILE barisan kode ini.

Alasan compiler tidak meng-Compile code terakhir ialah, karena OUTPUT dari ArrayList<Object> berbentuk / berTIPE Object, bukan tipe anjing. Karena itulah, Compiler akan Error saat meng-Compilenya.

Berikut adalah ilustrasi dari ArrayList<Object>,

Untitlsed

Ilustrasi: Object Bola, Ikan, Gitar, dan Mobil ditambahkan ke ArrayList<Object> (ArrayList yang menyimpan objek yang bertipe Object).

Saat kita memanggil / mengeluarkan Object yang berada di dalam ArrayList<Object>, maka Object yang keluar adalah objek yang bertipe Object, bukan lagi bertipe Bola, Ikan, Gitar, maupun Mobil. Hal ini disebabkan karena Compiler tidak Membedakan “KELUARAN” dari ArrayList<Object>.

Komputer Paralel

Pada postingan kali ini, dipaparkan tentang pengenalan komputer paralel (pengertian, manfaat, jenis-jenis, dll). Semoga dapat bermanfaat…

1.1 Kebutuhan akan Kecepatan Komputasi

Beberapa alasan para peneliti dan ilmuwan membutuhkan Komputer Paralel :

  1. Menghitung Operasi Numerik masalah2 ilmiah dan teknik.
  2. MemperSINGKAT waktu pengolahan data2 Numerik repetitive untuk memperoleh hasil yang valid.
  3. Komputer Tunggal saat ini memerlukan waktu yang lama untuk menyelesaikan masalah2 ilmiah dan teknik secara numeric.

Contoh masalah-masalah yang membutuhkan Komputer Paralel dengan tenggat waktu yang SINGKAT :

  1. Peramalan Cuaca
  2. Biologi : Pemodelan DNA, Pemodelan system Biologi pada Level Molekul.
  3. Peramalan Gerak benda Astronomis di Ruang angkasa,
  4. Web Server yang Harus melayani Ribuan REQUEST per jam dari beberapa Client/User.

Pemrograman Paralel : Suatu Program dibagi menjadi beberapa bagian yang selanjutnya diproses / diolah oleh beberapa prosesor/computer terpisah secara PARALEL.

Komputer Paralel : Platform computer yg digunakan

Cluster : Komputer yang saling terhubung (Komputer multiProsesor) untuk menyelesaikan problem yang kompleks.

Komputasi paralel membutuhkan:

  • algoritma
  • bahasa pemrograman
  • compiler

1.2 POTENSI PENINGKATAN KECEPATAN KOMPUTASI

1.2.1 Faktor Pemercepat

Fungsi p maupun jumlah data yg sedang DIPROSES n, sehingga S(p,n)

(Pada sub-topik ini, hanya variable p yg DIBAHAS)

Prosesor Tunggal > Menangani Algoritma Sekuensial

Prosesor Banyak > Menangani Algoritma Paralel

Percepatan Linier : Percepatan sebesar p dapat dicapai jika komputasi dibagi ke dalam beberapa proses dengan DURASI yang SAMA.

Percepatan Superlinier : Faktor Percepatan (S(p)) > Jumlah Prosesor (p)

Efisiensi

Jumlah waktu yang diperlukan oleh prosesor untuk melakukan KOMPUTASI.

Misalnya, E=50%, maka semua prosesor hanya digunakan SETENGAH waktu dari proses rata2 pada komputasi sebenarnya.

1.2.2 Percepatan Maksimal

Faktor yg akan muncul sebagai overhead pada versi PARALEL dan dapat MEMBATASI Percepatan, yaitu:

  1. Periode (jika prosesor TIDAK Mengerjakan proses dengan baik / idle)
  2. Komputasi Tambahan pada beberapa versi parallel tidak muncul pada versi sekuensial.
  3. Waktu KOMUNIKASI antarProses.
  4. problem sekuensial paralel

Pada setiap komputasi selalu ada bagian yang harus diproses dengan Algoritma Sekuensial, disebabkan bagian komputasi tsb TIDAK DAPAT DIBAGI menjad beberapa tugas, maka kita dapat peroleh bahwa terdapat Faktor Percepatan terhadap bagian Seri, f.

Skalabilitas

Skalabilitas Arsitektur (Hardware)

Skalabilitas Algoritma

FAKTOR PEMERCEPAT

-Hukum AMDAHL

Ts dan SKALA Ukuran Problem = konstan

-Hukum GUSTAFSON

Tp  dan SKALA WAKTU = konstan

Agar tp konstan, ketika p meningkat, maka ukuran masalah pun Ditingkatkan.

Bagian Serial sudah Ditetapkan.

faktor percepatan

1.2.3 Komputasi Massage-Passing

Tp=Tcomp + Tcomm

=====Kesimpulan (15/1/2015)

Faktor yg Mempengaruhi Komputasi Paralel :

  1. Jumlah Prosesor (p)
  2. Jumlah Elemen Data (n)
  3. Waktu Komputasi (tcomp)
  4. Waktu Komunikasi (tcomm)

1.3 TIPE-TIPE KOMPUTER PARALEL

Tipenya yaitu,

  1. MultiProsesor Shared Memory
  2. MultiKomputer dengan Memori Terdistribusi

1.3.1 Sistem MultiProsesor Shared Memory

Konfogurasi Shared Memory: Setiap Prosesor dapat MENGAKSES Modul Memori mana pun.

memori

Isi Shared Memory : Program berupa KODE agar setiap prosesor dapat mengaksesnya,

Kenapa harus menggunakan Bahasa Pemrograman Paralel Tingkat Tinggi?

Jawab: Untuk Menghasilkan KODE yang dapat DIEKSEKUSI oleh setiap Prosesor. Compiler-lah yang mengubah bahasa yang kita tulis tersebut menjadi KODE dari Source Code pemrogram.

OpenMP : Bahasa pemrograman Sekuensial yang Biasa Digunakan untuk menentukan Paralelisme. OpenMP ditambahkan pada C/C++ maupun Fortran.

Penelitian Saat ini….

Bagaimana MENGUBAH SYNTAX bahasa Pemrograman Sekuensial sehingga bisa DIGUNAKAN untuk menentukan PARALELISME.

One example that using that approach is UPC (Unified Parallel C).

Kelebihan Shared-Memory:

  • Menjamin KENYAMANAN dalam SHARING Data.

INGAT kembali….. Cache Memory.

NUMA (NonUniform Memory Access) ialah ketika PROSESOR dapat MENGAKSES memori local terdekat LEBIH CEPAT daripada MENGAKSES memori yang letaknya jauh.

UMA(Uniform Memory Access) ialah sebaliknya.

multiprosesor shared memory

1.3.2 MESSAGE-PASSING MULTICOMPUTER

Apa perbedaannya dengan Shared-Memory Multiprosesor?

Setiap computer memiliki satu memori tersendiri yang tidak dapat diakses oleh PROSESOR lain. Setiap Komputer di jaringan bersifat INDEPENDEN.

Lalu bagaimana computer/prosesor tersebut saling Berinteraksi?

Jaringan Interkoneksi memungkinkan PENGIRIMAN PESAN antar prosesor/computer. Suatu Problem dipecah menjadi beberapa bagian PROSES yang kemudian PROSES2 tsb DIKOMPUTASI oleh Setiap KOMPUTER/Prosesor dengan cara Pengiriman PEsan. Pendekatan yang digunakan adalah menggunakan ROUTINE MP yang DISISIPKAN ke dalam Program Sekuensial Konvensional yan DIGUNAKAN untuk PENGIRIMAN PESAN. Apabila Jumlah PROSES > jumlah Komputer, maka Setiap Komputer menjalankan beberapa PRoSES secara SIMULTAN dengan MODEL PEMBAGIAN WAKTU.

Pada MP MultiKompter ini dapat dilihat sebagai sebuah JARINGAN KOMPUTER/PROSESOR. Jaringan ini  mewakili saluran fisik sebuah KONEKSI antara KOmputer sehingga dapat dilakukan PENGIRIMAN PESAN.

Hal yang UTAMA DIperhatikan pada DESAIN JARINGAN, ialah

  1. Bandwidth : Jumlah BIT yg dapat DITRANSMISIKAN (bps)
  2. Latency : Waktu yang DIPERLUKAN dalam pengiriman PESAN.
  3. Cost (Harga)

Istilah-Istilah :

  • Network Latency : Lamanya waktu mengirimkan pesan dalam suatu jaringan
  • Communication Latency : TOTAL waktu yang digunakan UNTUK MENGIRIM PESAN + Overhead Perangkat Lunak + Delay antarmuka.
  • Message Latency : Waktu yang diperlukan untuk MENGIRIM PESAN KOSONG untuk PENCARIAN ROUTE.
  • Bisection Width : Jumlah Link yang TERSEDIA
  • Bisection Bandwidth : JUmlah Bandwidth pada link2 tsb.

JENIS JARINGAN yang Limited-Direct-Interconnected :

  1. Jaringan MESH,
  2. Jaringan HyperCube,

Suatu SWITCH berfungsi me-ROUTE-kan Pesan AntarKomputer.

Jenis SWITCH (saklar), ialah :

  • Crossbar Switch,
  • Tree Network,

Jaringan Interkoneksi MultiStage

Memiliki Sejumlah LEVEL pada Switch. Salah satu contohnya, ialah JARINGAN OMEGA.

Metode Komunikasi

Ada dua cara mendasar dalam MENGIRIMKAN PESAN dari Node ASAL-TUJUAN,

  1. Circuit Switching

Cara ini seperti koneksi TELEPON, ketika node ASAL terhubung dengan node TUJUAN, maka KONEKSI tsb TETAP DIPERTAHANKAN hingga akhir Pengiriman Pesan.

Kekurangan : Link lain tidak DAPAT menggunakan Jaringan yang dIGUNAKAN (saat menelpon) hingga suatu PESAN selesai DIKIRIM.

  1. Packet Switching

Teknik ini dapat diANALOGIkan seperti Pengiriman SURAT POS. Suatu PEsan akan TERSIMPAN pada BUFFER di suatu NODE jika TERHALANG untuk bergerak ke node Selanjutnya. Pesan dibagi ke beberapa PAKET INFORMASI. Setiap Paket membawa Alamat Asal dan Tujuan untuk ROUTING Paket melewati JAringan Interkoneksi dan data. Setiap PAKET memiliki batas Ukuran Maksimal. Jika Suatu pesan melebihi ukuran maksimal tsb, maka pesan akan dibagi menjadi beberapa PAKET, kemudian PAKET2 tsb akan DIKIRIM secara TERPISAH.

Store-and-Forward_packet Switching : Ketika suatu PESAN diproses TERLEBIH DAHULU sebelum Dikirim ke TUJUAN.

Teknik Cut-Through : Teknik Pengiriman PEsan yang jika LINK berikutnya TELAH TERSEDIA, maka PAKET langsung Diteruskan TANPA disimpan di BUFFER. Meskipun demikian, jika JALUR berikutnya TERHALANG, maka pesan disimpan di PENYIMPANAN SEMENTARA untuk menyelesaikan Pengiriman PEsan.

Teknik WormHole : Pesan dibagi menjadi beberapa bagian FLIT (Flow Control Digits). Ukuran FLIT = 1 atau 2 bit. HEADER FLIT lah yang pertama diTransmisikan ke TUJUAN. Ketika HEAD FLIT Bergerak Maju, Bagian pesan lainnya akan mengikutinya. Paket lain TIDAK DAPAT disisipi FLITZ sepanjang Jalur / Link yang digunakan SAMA. Panjang Jalur yang dilalui pesan mempengaruhi LATENCY.

LiveLock : Terjadi pada Algoritma Routing Adaptif dan Menggambarkan sebuah PESAN yang MENGELILINGI Jaringan tanpa MENGETAHUI TUJUANNYA.

DeadLock : Terjadi karena Suatu Paket TIDAK DAPAT DITERUSKAN karena Terhalang PESAN di node selanjutnya yang belum DITERUSKAN.

Solusi untuk DeadLock : Menyediakan sebuah VIRTUAL CHANNEL, dengan BUFFER Terpisah (masing2), untuk kelas2 PESAN.

1.3.2 Shared Memory Terdistribusi

Apa itu Shared Memory Terdistribusi ?

Itu adalah suatu bentuk jaringan yang setiap MEMORI terhubung pada setiap PROSESOR, tapi PROSESOR dapat MENGAKSES MEMORI secara keseluruhan menggunakan RUANG Alamat Memori Tunggal.

Apa itu Shared Virtual Memory ?

SVM ialah Sistem Manajemen Memori yang dapat menggambarkan bahwa seluruh Memori dapat diwakili oleh sebuah Memori Tunggal meskipun setiap memori digunakan oleh Komputer yang Berbeda.

2multiprosesor shared memory

FILTER Elektronik

FILTER-FILTER

Apa itu Filter – Penyaring?

Filter elektronik adalah rangkaian yang dirancang untuk :

  • Melewatkan frekuensi yang diinginkan,
  • Menahan frekuensi yang tidak diinginkan.

Kita juga dapat mengubah sinyal listriknya (dibalik) dan mengubah bentuk dan ukuran sinyalnya. Aplikasi dari filter biasanya kita temukan pada :

  • Speaker2

Gambar 1

Gambar diatas ini adalah salah satu contoh kenapa kita membutuhkan FILTER. Misalnya, pada bagian Tweeter. Tweeter tidak akan efisien menghasilkan frekuensi rendah layaknya sebuah bass / woofer. Oleh karena itu,rangkaian crossover menghubungkan antara Tweeter dan keluaran Stereo untuk Menahan sinyal Frekuensi Rendah dan hanya melewatkan sinyal frekuensi tinggi. Nah, Rangkaian CROSSOVER inilah contoh penerapan dari FILTER yang akan kita bahas lebih lanjut….:)

Continue reading

Sumber Arus / Tegangan “Dependent”

Pada bidang elektronika, terdapat sumber tegangan atau arus yang bergantung pada nilai elemen lain di dalam satu rangkaian. Sumber “Dependent” biasa digunakan pada (misalnya) pemodelan tingkah laku suatu penguat (AMPLIFier). BJT (Bipolar Junction Transistor) digambarkan sebagai Sumber Arus “Dependent” karena besar arus yang melewati BJT bergantung pada Arus yang masuk ke terminal Basisnya. Sebuah Penguat Operasional (Amplifier Operational – OP AMP) digambarkan sebagai Sumber Tegangan “Dependent” karena Tegangan Keluarannya bergantung pada Perbedaan Tegangan di kedua input terminalnya (Terminal input – dan +).

Masing2, ada 2 jenis nilai yang menentukan besarnya Sumber-sumber “dependent” tsb.

Sumber Tegangan

1. Sumber Tegangan yang bergantung pada Tegangan yang dikendalikan

 dan voltage-controlled dependent voltage source with controlling branch

gambar (kiri) rangkaian (sederhana)nya dan gambar (kanan) sumber tegangan beserta variabel (biasanya resistor) yang tegangannya mengendalikan sumber tegangan “Dependent”.

2. Sumber Tegangan yang bergantung pada Arus yang dikendalikan.

dancurrent-controlled dependent voltage source with controlling branch

Gambar (kiri) rangkaian sederhananya dan gambar (kanan) sumber tegangan beserta sumber tegangan independent.

Pertanyaan:

Untuk apa sumber tegangan 0 v (gambar kanan)?

Continue reading

MATLAB : Kenapa muncul pesan error pada Matlab x64 ketika meng-compile diagram blok?

Hal pertama yang harus anda lakukan adalah memeriksa apakah Microsoft Visual C++ 2010 redistributable packages (x86 dan x64) telah terinstal. Anda dapat mengeceknya di Control Panel>Program and Features.

OPSI 1: Jika anda belum Menginstall Microsoft Visual C++ 2010 redistributable packages

Ikuti langkah-langkah berikut ini,

Siapkan software ini terlebih dahulu. Software  tersebut adalah sbb;

Windows SDK 7 and Framework 4

Ini alamat officialnya:

http://www.microsoft.com/en-us/download/details.aspx?id=8442

saat kamu klik download, maka akan muncul opsi untuk memilih jenis filenya:

  • GRMSDK_EN_DVD.iso, file ini untuk Windows x86 atau 32 bit
  • GRMSDIAI_EN_DVD.iso, file ini untuk Windows amd64
  • GRMSDKX_EN_DVD.iso, file ini untuk Windows x64 atau 64 bit

Karena masalah error pada matlab ini hanya terjadi pada Matlab x64 maka dari opsi di atas kita harus memilih GRMSDKX_EN_DVD.iso…..

Setelah itu, mount file iso nya, lalu klik install. Selanjutnya klik next tanpa mengubah pilihan instalasinya, dan tunggu sampai proses instalasi selesai / COMPLETO..hehe

Langkah Selanjutnya, buka Matlab, dan

  1. Ketik ——–mex –setup————
  2. Would you like mex to locate installed compilers [y]/n? >>>>tekan n
  3. Pilih, Microsoft Visual C++ 2010 Express, jangan hiraukan pesan warning tersebut…..
  4. Please enter the location of your compiler: [C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 10.0], >>>>ketik, C:\Program Files (x86)\Microsoft Visual Studio 10.0
  5. Please verify your choices:

Compiler: Microsoft Visual C++ 2010 Express

Location: C:\Program Files (x86)\Microsoft Visual Studio 10.0

Are these correct [y]/n?  >>>>>>>Ketik, y

  1. Proses tersebut Berhasil jika ada pesan…………..Done….. (setelahnya)

 

OPSI 2: Jika anda telah Menginstall Microsoft Visual C++ 2010 redistributable packages (x86 dan x64)

1. Uninstall the Microsoft Visual C++ 2010 redistributable packages (both x86 as well as x64) from “Control Panel” > “Programs and Features”.

2. Install the Windows SDK 7.1. During installation, under the “Installation Options” menu, UNCHECK the “Visual C++ Compilers” and “Microsoft Visual C++ 2010” components.

3. Apply the SDK 7.1 patch from below:

http://www.microsoft.com/en-us/download/details.aspx?displaylang=en&id=4422

4. Reinstall the Microsoft Visual C++ 2010 redistributable packages.

x64:

http://www.microsoft.com/en-us/download/details.aspx?id=14632

x86:

http://www.microsoft.com/en-us/download/details.aspx?id=5555

 

REFERENCE :

http://www.mathworks.com/matlabcentral/answers/95039-why-does-the-sdk-7-1-installation-fail-with-an-installation-failed-message-on-my-windows-system

http://www.microsoft.com/en-us/download/details.aspx?id=8442

Pesawat Airbus A-380

Bismillah…..

Hari ini, saya mengisi waktu luang dengan menonton video dari youtube. Salah satu video yang saya unduh adalah video tentang Airbus-A380 ,”Richard Hammonds Engineering Connections Airbus-A380”. Dalam video tersebut menjelaskan cara kerja sebuah pesawat raksasa, dari proses pembuatan materialnya sampai prosedur landing di landasan pacu.

Sumber Gambar : indo-aviation.com

Berikut ini saya rampung beberapa penerapan fisika di pesawat raksasa ini:

  1. Sayap Pesawat

Pesawat raksasa ini mengadaptasi sayap dan aerodinamik dari seekor burung elang.  Mengapa harus burung elang ? karena burung elang memiliki ‘system’ aerodinamik yang baik dan burung karnivora ini memiliki manuver yang baik pada kecepatan tinggi.

  1. FIBER GLASS (Serat Kaca)

Kenapa badan pesawat dapat bertahan dari tekanan angin yang ‘menabrak’nya?

Serat kaca. Serat kaca dibuat dari potongan kaca yang dipanaskan dan dilelehkan lalu menarik lelehan kaca tersebut menjadi sebuah pintalan serat / benang. Serat tersebut lalu dianyam menjadi seperti sebuah kain tekstil. Kumpulan pintalan serat tersebut lalu di lapisi dengan bahan aluminium.

  1. Alat emergency / Luncuran di atas balon.

Salah satu syarat agar sebuah pesawat mendapatkan izin terbang adalah masalah keamanan dan kenyamanan. Salah satu poin penting penilaian tersebut adalah persiapan fisik dari pesawat saat menghadapi keadaan darurat. Salah satu peralatan darurat adalah seluncuran balon. Seluncuran balon ini sangat penting bilamana terjadi kesalahan atau kecelakaan di darat. Sistem keadaan darurat akan menjadi layak ketika seluncuran balon tersebut dapat mengembang secara maksimal dalam waktu 6 detik. Apakah bisa seluncuran balon yang cukup besar tersebut diisi oleh udara dalam waktu 6 detik saja ? Jawabannya terdapat pada suatu alat yang mengadaptasi cara kerja sebuah roket gas. Roket gas yang dipicu dapat menghasilkan gas dan tekanan yang cukup untuk mempercepat aliran udara masuk ke dalam balon. Sehingga saat pintu dan jendela darurat dibuka (dalam keadaan darurat), maka system ‘roket gas’ tersebut akan segera mengisi seluncuran balon.

  1. Sistem Peredam (Dumper)

Dapatkah sebuah roda menahan berat / beban pesawat terutama saat landing ?

Sistem peredam yang biasa digunakan di sepeda adalah jawabannya. Dalam video tersebut diperlihatkan uji coba tentang dampak yang ditimbulkan saat benda ‘kaku’ jatuh dari ketinggian dengan dan tanpa adanya peredam, dalam hal ini digunakan sebuah piano. Secara logika, kita sudah tahu hasilnya dari jatuhnya piano tanpa peredam, kemungkinan besar piano tersebut akan hancur berkeping-keping. Tapi, bagaimana jika ditambah 100 peredam kecil yang diletakkan di bawah piano. Dalam video tersebut, air dimasukkan ke dalam peredam untuk melihat secara jelas apa yang terjadi pada udara di dalam peredam saat mengalami tumbukan dengan tanah (udara=air). Saat di uji, air di dalam peredam tersebut memancar keluar dalam bentuk butiran-butiran air yang sangat kecil (seperti sebuah uap) dan piano tersebut diselamatkan oleh peredam + udara tersebut.