Error minor dan solusi bagi pemula Go Golang Programming

FeaturedImage

Golang atau Go language yang memiliki keunikan bagi pemula dibanding dengan bahasa pemrograman lainnya seperti Python, Java, dll, khususnya aturan-aturan sintaks dari Go ini. Pada akhirnya, jika teman-teman tidak teliti, maka kita akan menghabiskan waktu kita hanya untuk error yang termasuk minor/kecil ini.

Imports yang tidak perlu

Golang / Go memiliki aturan yang cukup ketat dibanding bahasa pemrograman lainnya, contohnya Python atau Java. Jika kita tidak akan menggunakan suatu Import yang sudah di-Import, maka jangan memasukkannya di kodingan teman-teman.

package main

import "fmt"
import "os" //import yang mubazir (di-Import tapi tidak digunakan) akan menghasilkan error saat di-Compile

func main() {
 fmt.Println("Hello world")
}

Output:

: imported and not used: os

Solusi dari kode di atas adalah menghilangkan import "os", dan kita akan meng-compile kode tersebut tanpa error lagi.

Penggunaan Huruf KAPITAL/kecil yang sensitif

Hampir sama dengan beberapa bahasa pemrograman lainnya, seperti Python, Golang sangat memperhatikan penggunaan Huruf KAPITAL/kecil.

package main

import "fmt"

func main() {
 fmt.println("Hello world")
}

Output:

: cannot refer to unexported name fmt.println
: undefined: fmt.println

Perhatikan kode blok di atas, kita menggunakan fmt.println yang salah, seharusnya fmt.Println. Ini menunjukkan bahwa penggunaan huruf KAPITAL/kecil di bahasa pemrograman ini sangat perlu diperhatikan. Jadi, jika teman-teman telah mendeklarasikan sebuah variabel dengan nama bambang, maka pemanggilan variabel itu juga harus sama bambang, bukan Bambang, atau baMbang.

Pemisahan baris dengan titik-koma

Jika kamu sebelumnya sudah familiar dengan bahasa pemrograman seperti C/C++, Java, maka kamu pasti tahu penggunaan titik-koma di bahasa tersebut. Pada dasarnya, teman-teman tidak perlu menggunakan titik-koma ketika hanya satu statement di satu baris, tetapi ketika teman-teman menuliskan dua atau lebih statement di satu baris yang sama, maka perlu ditambahkan titik-koma diantara statement-statement tersebut.

package main

import "fmt"

func main() {
 fmt.Println("Hello world") fmt.Println("Hi again")
}

Output:

: syntax error: unexpected name, expecting semicolon or newline or }

dan yang benar adalah sebagai berikut,

package main

import "fmt"

func main() {
 fmt.Println("Hello world"); fmt.Println("Hi again")
}

Output:

Hello world
Hi again

Titik-koma yang tidak perlu

Kita juga tidak bisa seenaknya menambahkan titik-koma tanpa mengikuti aturan dari bahasa Golang ini. Silahkan perhatikan contoh berikut,

package main

import "fmt";;

func main() {
 fmt.Println("Hello world")
}

Seperti yang dapat teman-teman lihat di kode blok di atas, ada dua titik-koma pada bagian import "fmt";;. Titik-koma yang pertama mungkin dapat diterima, tapi titik-koma yang kedua akan menjadi sumber error berikut,

: empty top-level declaration

Sintaks dan hal lainnya

Compiler meminta kita mengikuti sintaks yang sudah diatur. Sebenarnya ada banyak contok sintaks error dari bahasa Golang ini, tapi hanya akan didaftarkan beberapa sintaks error.

package 'main' //ERROR - no quotes for the package name: package main
package "main" //ERROR - no quotes for the package: package main

package main.x  //ERROR - packages names in go are just one expression.  So either package main or package x.
package main/x  //ERROR - packages names in go are just one expression.  So either package main or package x.

import 'fmt' //ERROR - needs double quotes "fmt"
import fmt //ERROR - needs double quotes "fmt"

func main { } //ERROR - functions have to be followed by parantheses: func main() {}

func main() [] //ERROR - where curly braces are required, only those are allowed.  They are used to contain blocks of code.  func main() {}

func main() { fmt.Println('hello world') } //ERROR - use double quotes for strings: func main() { fmt.Println("hello world") }

 

 

 

Tinggalkan Balasan