Pengganda Tegangan (Voltage Multipliers)

Pengganda Tegangan (Voltage Multipliers)

1. Penyearah Setengah Gelombang + Filter Kapasitor

Sebuah pengganda tegangan adalah rangkaian penyearah khusus memproduksi output yang secara teoritis merupakan kali bilangan bulat puncak AC input, misalnya, 2, 3, atau 4 kali puncak AC input. Dengan demikian, kita mempunyai peluang untuk mendapatkan 200 VDC dari sumber Vpeak AC 100 menggunakan doubler, 400 VDC dari quadrupler. Setiap beban dalam rangkaian praktis akan menurunkan tegangan ini.

Sebuah aplikasi tegangan Doubler adalah catu daya DC yang mampu baik menggunakan 240 VAC atau 120 VAC sumber. Pasokan menggunakan switch yang dipilih jembatan gelombang penuh untuk menghasilkan sekitar 300 VDC dari 240 VAC sumber. 120 V posisi kabel saklar kembali jembatan sebagai Doubler memproduksi sekitar 300 VDC dari 120 VAC. Dalam kedua kasus, 300 VDC diproduksi. Ini adalah input ke regulator switching memproduksi tegangan rendah untuk menyalakan, katakanlah, komputer pribadi.

Setengah-gelombang Doubler tegangan pada Gambar di bawah ini (a) terdiri dari dua sirkuit: a clamper di (b) dan detektor puncak (setengah gelombang rectifier) pada Gambar sebelumnya, yang ditampilkan dalam bentuk dimodifikasi pada Gambar di bawah ini (c). C2 telah ditambahkan ke detektor puncak (penyearah setengah gelombang).

Continue reading

Keterbatasan Protoboard – Hal yang anda HARUS Pertimbangkan ketika menggunakan Breadboard

Pada tulisan saya kali ini, saya tidak akan membahas tentang pengertian Breadboard / Protoboard, skemanya, ataupun tentang harganya. Saya kali ini akan membahas tentang kekurangan / keterbatasan yang harus kita perhatikan saat pengguanaan Breadboard,

  1. Tingkat Frekuensi

Berdasarkan penelusuran saya di Wikipedia dan (Om) Google, Frekuensi yang mampu ditangani oleh suatu BreadBoard ialah <=10MHz. Hal ini disebabkan adanya Kapasitansi Tersebar (Stray Capacitance) pada BreadBoard.

Jika ada dua konduktor yang terpisah dengan jarak tertentu dapat dianggap sebagai sebuah Kapasitor. Meskipun jarak antara dua konduktor tersebut cukup jauh, Efek Kapasitansi tetap ada walaupun sangat kecil. Peristiwa itulah yang menyebabkan Kapasitansi Tersebar (Stray Capacitance). Efek Kapasitansi Tersebar dapat membuat kebocoran sinyal antara sirkuit lainnya (Keadaan Crosstalk). Hal ini akan berefek pada keterbatasan suatu rangkaian untuk bekerja pada Frekuensi yang Tinggi.

Tapi, beberapa orang pernah mencoba untuk menggunakan BreadBoard pada Frekuensi +-20 MHz. katanya, hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana kita menyusun komponen-komponen di breadboard agar tidak memberi efek buruk antara satu komponen dengan komponen yang lainnya.

Pengalaman :

Continue reading

FILTER Elektronik

FILTER-FILTER

Apa itu Filter – Penyaring?

Filter elektronik adalah rangkaian yang dirancang untuk :

  • Melewatkan frekuensi yang diinginkan,
  • Menahan frekuensi yang tidak diinginkan.

Kita juga dapat mengubah sinyal listriknya (dibalik) dan mengubah bentuk dan ukuran sinyalnya. Aplikasi dari filter biasanya kita temukan pada :

  • Speaker2

Gambar 1

Gambar diatas ini adalah salah satu contoh kenapa kita membutuhkan FILTER. Misalnya, pada bagian Tweeter. Tweeter tidak akan efisien menghasilkan frekuensi rendah layaknya sebuah bass / woofer. Oleh karena itu,rangkaian crossover menghubungkan antara Tweeter dan keluaran Stereo untuk Menahan sinyal Frekuensi Rendah dan hanya melewatkan sinyal frekuensi tinggi. Nah, Rangkaian CROSSOVER inilah contoh penerapan dari FILTER yang akan kita bahas lebih lanjut….:)

Continue reading

Sumber Arus / Tegangan “Dependent”

Pada bidang elektronika, terdapat sumber tegangan atau arus yang bergantung pada nilai elemen lain di dalam satu rangkaian. Sumber “Dependent” biasa digunakan pada (misalnya) pemodelan tingkah laku suatu penguat (AMPLIFier). BJT (Bipolar Junction Transistor) digambarkan sebagai Sumber Arus “Dependent” karena besar arus yang melewati BJT bergantung pada Arus yang masuk ke terminal Basisnya. Sebuah Penguat Operasional (Amplifier Operational – OP AMP) digambarkan sebagai Sumber Tegangan “Dependent” karena Tegangan Keluarannya bergantung pada Perbedaan Tegangan di kedua input terminalnya (Terminal input – dan +).

Masing2, ada 2 jenis nilai yang menentukan besarnya Sumber-sumber “dependent” tsb.

Sumber Tegangan

1. Sumber Tegangan yang bergantung pada Tegangan yang dikendalikan

 dan voltage-controlled dependent voltage source with controlling branch

gambar (kiri) rangkaian (sederhana)nya dan gambar (kanan) sumber tegangan beserta variabel (biasanya resistor) yang tegangannya mengendalikan sumber tegangan “Dependent”.

2. Sumber Tegangan yang bergantung pada Arus yang dikendalikan.

dancurrent-controlled dependent voltage source with controlling branch

Gambar (kiri) rangkaian sederhananya dan gambar (kanan) sumber tegangan beserta sumber tegangan independent.

Pertanyaan:

Untuk apa sumber tegangan 0 v (gambar kanan)?

Continue reading

ANALISIS RANGKAIAN SENSOR Cahaya (LDR) dan LED

Pict

 

English :

After seeing the picture above, There are several issues that need to be Answered:
1. Why PARALLEL LDR linked with R2?
2. Why LDR is under R2?
3. What is the relationship between R2 and R3?

OK >>> I will try to answer the above issue …. 🙂

Problems I: current LDR linked parallel with R2 it will form a series of transistors as switches. As we know, the voltage drop across the LDR is equal to VBE (approximately 0.7 V = voltage drop across the diode).
when exposed to light the LDR LDR R will be LOW, Mis, 0 ohms (resistance I anticipated when light LIGHT), then: Vldr = (0) * 6y / (0 +11) = 0 V. Thus, in these circumstances, the transistors in the open state = LED is off.
LDR when exposed to dim light at LDR then R will be INCREASED, eg, 51 ohm (approximate). then: Vldr = ((51) * 6y) / (51 +11) = 4.93 V, so that the transistors will be closed = LED Lighted.
Second problem: the voltage drop due to current, determining LDR TRANSISTOR be OPEN or CLOSED.
If the position is exchanged LDR R2, the voltage drop across R2 that will determine the conditions Transistor (Open or Closed). because R2 is worth FIXED, FIXED then fall voltage also (LDR effect is very small) so that the transistors maintaining the condition corresponding voltage drop across R2.
Problem III: R2 serves as the components that make up the circuit transisitor as a switch with LDR component.
R3 serves to protect the diode from excessive current and VOLTAGE that can damage the diode.

Indonesian :

Setelah melihat gambar di atas, Ada beberapa masalah yang perlu Dijawab :
1. Mengapa LDR dihubungPARALELkan dengan R2?
2. Mengapa LDR berada di bawah R2?
3. Apa hubungan antara R2 dan R3?

OK>>>Saya akan mencoba menjawab Masalah di atas….:)

Continue reading